Simbiosis Lichen

KEHIDUPAN LICHEN

     Lichen merupakan salah satu bioindikator pencemaran udara dan tanah pada suatu daerah. Lichen merupakan suatu  komposisi organisme yaitu jamur dan alga. Dua jenis organisme ini hidup saling berhubungan yang dinamakan simbiosis. Algae memiliki kloroļ¬l untuk melakukan fotosintesis sedangkan fungi mengambil air dan mineral lainnya dari lingkungan. Komponen jamur penyusun lichenes yang terbanyak adalah dari kelompok Ascomycetes (96%), selanjutnya diikuti oleh  Basidiomycetes, sedangkan alga penyusun lichen pada umumnya adalah cyanobacteria. Lichen hidup bergantung pada kelembaban atmosfer, seperti hujan, kabut, dan  embun untuk pertumbuhan. Lichen menjadi sangat peka terhadap polutan karena lichen tidak memiliki lilin & kutikula untuk melindungi sel-sel (struktur dalam). Sehingga, saat lichen menyerap udara untuk kelangsungan kehidupannya dimana udara yang diserap mengandung molekul air yang telah bercampur dengan polutan terlarut, jaringan lichen akan rusak.

     Hubungan jamur dan alga pada lichen merupakan simbiosis mutualisme atau helotisme ya? Apa sih simbiosis itu? Simbiosis adalah hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup yang saling berdampingan. Jadi, apa hubungan antara jamur dan alga pada lichen termasuk dalam hubungan yang saling menguntungan (mutualisme) atau bahkan hubungan yang memperbudak (helotisme)? Seperti postingan kami sebelumnya, lichen merupakan suatu  komposisi organisme yaitu jamur dan alga. Dimana, fungsi dari Alga untuk melakukan fotosintesis sedangkan fungi mengambil air dan mineral lainnya dari lingkungan. So, sudah jelas dong kalau hubungan mereka adalah mutualisme. Eits, belum selesai sampai disitu! Hubungan antar alga dan jamur dianggap sebagai suatu helotisme atau hubungan yang memperbudak. Why? Simbiosis mutualisme memang terjadi, namun hanya pada awalnya saja. Pada akhirnya, alga diperalat oleh jamur, hubungan tersebut menyerupai hubungan seorang majiakan dengan budaknya.